Inikah Alasan Aktivitas Keagamaan di Masjid Kampus Sepi?. Foto: Jamaah beraktifitas usai melaksanakan sholat  di dalam Masjid (ilustrasi).

Mediaterbaru.com, DEPOK–Kajian keislaman mahasiswa di masjid-masjid kampus saat ini dinilai banyak pihak sudah lesu dan menurun signifikan jumlahnya. Sejumlah pengurus masjid kampus, hingga lembaga dakwah kampus membenarkan kondisi miris ini.

Beberapa pihak menyebut alasan dari sepinya kajian mahasiswa adalah karena masa transisi dari era pandemi Covid-19. Namun ada juga yang menyebut kondisi ini karena mudahnya cap radikal kepada suatu kelompok dan pembubaran kajian yang membuat mahasiswa takut untuk mengikuti kajian intensif keislaman.

Dalam unggahan Instagram Republika online yang memuat artikel Republika.co.id berjudul “Kajian dan Dakwah Semakin Redup, Masjid UI Kian Sepi” pada Selasa (14/3/2023), banyak warganet yang menyebut alasan sepinya kajian di masjid kampus karena mahasiswa takut dituduh terafiliasi kelompok tertentu. Lembaga Dakwah Kampus (LDK) disebut sering dicurigai sebagai kelompok radikal.

“Mahasiswanya takut meramaikan masjidnya karena akan dituduh berafiliasi dengan kelompok tertentu tujuan mahasiswa cuma menjalankan agama dan memperdalam ilmu agama untuk bekal pulang,” tulis salah satu akun di kolom komentar di unggahan Instagram Republika Online.

Ada yang menyebut LDK di banyak kampus kini selalu dicurigai. “Gimana nggk sepi,, LDK di setiap kampus selalu dilemahkan dan dicurigai,” kata akun lain.

Warganet lain mengomentari isu ini dengan spesifik menyebut kejadian di UI. “Lembaga setara kan pernah buat survei di kampus¬† kampus negeri. Kesimpulannya banyak kampus yg mahasiswanya radikal. Kegiatan mahasiswa UI di masjid dipindah ke pusgiwa. Jadinya sepi masjid UI. Aneh pimpinan kampus dan pemerintah, mahasiswa aktif di masjid kok dicurigai. Rasulullah menyuruh mahasiswa dekati masjid, pihak rektorat dan pemerintah menjauhkannya dari masjid. Moga 2024 berubah iklim kampus di tanah air kita. Amin,”tulis akun lain.

Ada juga warganet yang menampik bahwa kajian di masjid kampus saat ini sedang sepi. “Ini reporternya dateng ga pada jam yang tepat, kajian di masjid UI tetap ada dan rutin jalan kok,”katanya.

Sementara aktivis dakwah kampus, Dyan Arfianto menyebut fenomena ini disebabkan adanya upaya monsterisasi simbol dan harakah (gerakan) Islam yang dilabeli negatif oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Faktor ini dinilainya menjadi penyebab mahasiswa enggan bahkan takut mengikuti kajian keislaman.

“Sedikit-sedikit radikal, belum lagi pembubaran kajian-kajian yang dilakukan oknum dengan dalih menjaga NKRI. Seakan-akan yang mengkaji Islam secara fundamental, distigmakan negatif sebagai pemecah belah NKRI. Dan itu sangat bertentangan dengan ukhuwah Islam itu sendiri,” katanya.

Aktivis yang rutin berdakwah di Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) mengatakan, jika kondisi ini terus dibiarkan, nantinya akan menghasilkan pemimpin yang tidak tangguh.

“Kalau ingin lihat kondisi bangsa ke depan, lihatlah pemuda hari ini. Pemuda hari ini menye-menye, maka tidak heran kepemimpinan ke depan pun akan menye-menye,” ujarnya.

Adapun Ketua Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK), Rapanca Indra Mukti terkait penyebabnya, dia mengatakan kondisi ini disebabkan karena lembaga dakwah kampus yang tidak siap untuk beralih dari sistem offline ke sistem online saat pandemi atau masa peralihan pandemi.

Pengurus LDK dikaderisasi via online dengan segala keterbatasannya, yang akhirnya mempengaruhi mereka dalam menjalankan kepengurusan.

“Kita sudah mengerti kalau misalnya kendala via zoom, google meet, pasti akan tidak terlalu maksimal ruang pertemuannya. Oleh karena itu, ini juga akan mempengaruhi bagaimana proses perjalanan adik-adik dalam menjalankan kepengurusannya,”jelasnya.¬†

Baca:

https://khazanah.republika.co.id/berita/rrjckx320/lesunya-dakwah-di-masjid-kampus-juga-dirasakan-aktivis-masjid-universitas-negeri-jakarta

https://khazanah.republika.co.id/berita/rri7gu430/kajian-di-masjid-kampus-uin-sunan-kalijaga-tak-seramai-dulu-mengapa

https://khazanah.republika.co.id/berita/rrk1eb430/antisipasi-redupnya-aktivitas-dakwah-masjid-salman-itb-fokus-tingkatkan-pelayanan

Source: https://khazanah.republika.co.id/berita/rrk6dj430/inikah-alasan-aktivitas-keagamaan-di-masjid-kampus-sepi

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *